Selasa, 31 Oktober 2017

tentang impian Aku dan Sahabatku

“sahabat itu hanya ada satu dalam dirimu”






                 Pernahkah kalian mendegarkan pepatah berbicara seperti itu?
Yaa, aku yakin kaya nya sedikit sekali dari kalian yang tak pernah dengar kalimat itu. Dan pasti kalian juga mempunyainya. Sahabat, temen dan kawan menurutku berbeda yaa.
Kali ini sepertinya aku tak membuat puisi tentang sahabat atau cerita fiksi seperti novel-novel yang dijual diluar sana, hehehe.
aku hanya ingin sedikit bercerita atau bahkan membuktikan sebuah kalimat dari pepatah tersebut.

                 Aku percaya dengan ucapan pepatah yang satu itu. Karena memang aku hanya mempunyai satu sahabat, bahkan dia lebih dari seorang sahabat. Aku mengenalnya memang bukan sejak aku baru bisa berdiri, bukan sejak aku merasakan bangku sekolah menengah pertama, atau bahkan bukan sejak aku merasakan cinta pertama.
Tetapi, aku mengenal nya ketika aku merasakan bisa menjadi diriku sendiri, bisa bertukar pikiran, mengisi dan mengerti satu sama lain.
Entah bagaimana cerita awalnya yang membuat kami bisa menjadi sepasang sahabat, yang aku tau hanyalah ketika bersamanya aku menjadi pribadi yang lebih baik.

                Berapa tahun, berapa bulan, berapa minggu, berapa jam, bahkan berapa detik tak terasa kami telah melaluinya bersama-sama. Canda, tawa, sedih bahkan berbeda pendapat pasti nya kami pernah merasakan. Karena itu yang membuat kami bisa bertahan untuk tetap saling support satu sama lain.
Aku yakin, beberapa orang di dunia ini mempunyai impian simple tapi membutukan perjuangan untuk menggapainya. Yaa, salah satu dari beberapa orang itu adalah aku, dan sahabatku.
  Kami sama-sama mempunyai impian simple, aku ingin menjelajah benua eropa, dan Tiwi (sahabatku) ingin sekali menginjakkan kaki nya ke salah satu benua eropa yaitu Perancis.

                 Yaa, ada kemiripan dari impian kami berdua. Dan aku yakin, di dunia ini tidak da yang kebetulan. Tuhan YME tak ingin aku menggapai impian ku sendirian, Dia tak ingin aku pergi sendirian. Lalu Dia mengirimkan seorang sahabat untuk membantu dan menemaniku menggapai impian itu. Tentu untuk menggapai sebuah impian itu tak ada yang mudah, butuh niat-usaha-doa. Niat nya kami sudah melaksanakan, tinggal usaha dan doa untuk mencapai impian itu. Doa sudah pasti kami meminta kepada Allah, terutama ketika kami menjalankan kewajiban 5x dalam seharinya. Dan usaha yang kami gapai tak hanya impian simple itu saja, kami juga mempunyai impian-impian besar, dari yang sama (lagi) bahkan impian yang beda. Sekali lagi, perbedaan yang ada di kami bukan alasan penghalan kami untuk menggapai impian bersama.


Sampai akhirnya,


Allah menguji kami melewati  jarak ribuan kilometer, melewati jarak Allah ingin melihat seberapa kuat persahabatan kami, seberapa kuat kami bisa tetap saling support, dan seberapa kuat kami masih bisa bertahan untuk menggapai impian bersama.

Allah menempatkanku di Istimewanya kota impian Tiwi, dan Tiwi ditempatkan dimana kami saling mengenal

Bukan, aku yakin Allah menempatkanku di kota impian tiwi bukan untuk membuat Tiwi cemburu. Tapi Allah ingin membuka jalan agar Tiwi bisa ke kota ini. Agar ada yang menunjukkan tempat indah,  maupun menjaga Tiwi ketika disini. Karena ayah Tiwi sangat menyayanginya, sehingga ada perasaan cemas ketika Tiwi pergi ke suatu tempat yang asing. Dan mungkin itu adalah alasan Allah mengirimkan aku untuk berada di kota ini, jadi ayah Tiwi tak perlu sangat mencemaskan nya lagi.





                  Ahhhh, terlalu banyak kalimat-kalimat yang ingin aku tulis disini tentang aku dan Tiwi, memori itu berebut ingin dituliskan, sehingga membuat ku menjadi sedikit sulit untuk mendeskripsikan tentang kami, karena untuk mencurahkan kejadian yang terjadi tak semudah mengetik tulisan-tulisan ku sebelumnya.

Kami hanya ingin membuktikan bahwa tak kan ada yang bisa memutuskan persahabatan kami, sekalipun jarak 1685km yang sedang kami lalui. Impian itu akan tetap kami gapai bersama, hanya saja plan yang sudah kami buat saat sedang berdekatan akan sedikit berubah, menjadi plan selanjutnya. Yang jelas, plan yang kami buat tak kan beda dari tujuan kami.


                  Sebenernya aku ingin sekali bercerita semakin banyak, tetapi setelah melihat ke sebelah kanan ku. Teringat bahwa besok ada ujian dan tugas yang belum aku kerjakan, jadi sepertinya ceritaku kali ini harus ku hentikan. insyaAllah lain kali, akan ku ceritakan lagi bagaimana kabar kami sekarang.

Ohyaa ngomong-ngomong, apa kalian juga mempunyai cerita sama seperti aku dan Tiwi?
Atau kalian mempunyai cerita bersama sahabat kalian yang paling kalian ingat?
Boleh berbagi cerita jugaa di kolom komentar :)

Rabu, 29 Juni 2016

Membuat jarak demi tugas Negara

"orang-orang biasanya menyebutkan ini Long Distance Relationship"

Sumber Gambar: LDR




Jarak
Satu kata yang paling ditakutkan dalam menjalankan sebuah hubungan,
Bukan karena jarak itu kejam,
Tetapi karena dari individu yang mungkin tidak siap harus menjalankan hal yang tak di inginkan,
Banyak orang yang tidak sanggup dalam menghadapi jarak tersebut,
Tak heran sebuah hubungan akan berakhir karena ketidaksiapan seseorang,
Bukan berarti tidak ada yang berhasil dalam menjalankan nya,
Banyak juga yang dapat membuktikan bahwa cinta mereka lebih besar dibandingkan ketakutan mereka.

Paragraf tersebut terinspirasi dari sepasang kekasih,
Yang akan merasakan jarak,
Terlihat di ujung jalan setapak menuju ke sebuah kapal penyebrangan,
Seorang pria yang  membawa tas dan menjadi paling menonjol diantara beberapa orang diantara nya,
Sepertinya rantauan adalah hal yang harus dijalankan karena kewajiban tugas yang dilaksanakan untuk negara,
Terbukti dengan seragam yang ia kenakan saat itu.
Wanita yang ada digenggaman nya terlihat dari tatapan mata,
Yang mengartikan jika ia berat untuk melepaskan genggaman itu,
Atau bahkan ia ingin memilih untuk tidak ada di jalan seperti ini,
Tetapi apa boleh buat?
Tugas yang dilaksanakan pria ini nanti nya akan menyelamatkan orang-orang yang ia sayangi,
Terutama negara yang ia tempati saat ini,

Dengan berat hati pria itu meminta izin,
Bersalaman kepada semua orang yang turun dari sebuah mobil.
Bersamaan langit yang cerah, dan angin semilir membuat jilbab wanita itu menjadi sedikit berantakan.
Suara ombak yang terdengar jelas dan membuat kapal-kapal di pelabuhan itu bergoyang  seirama dengan ombak nya.
Mengantarkan mereka menuju sebuah kapal.
Senyum yang sedikit memaksa dikeluarkan oleh wanita yang ada digenggaman nya,
Ia percaya,
Niat pria ini adalah untuk bertugas,
Yang pria lakukan ialah pekerjaan mulia,
Sehingga, ia melepaskan genggaman itu walau ia tau
Itu adalah hal terberat yang dilakukan

“Tuuuuuutttttttt”
Suara penanda bahwa kapal akan segera diberangkatkan
Pria itu kini berdiri dipinggir kapal dengan mengangkat tangan kanan nya
Dan melambai kearah rombongan orang di tepi jalan yang membatasi daratan dan lautan
Tanpa berfikir panjang,
Rombongan itu juga membalas lambaian tangan nya,
Hal itu juga dilakukan orang-orang yang berada di kapal maupun di tepi jalan tersebut.

Terlihat semakin jauh kapal meninggalkan pelabuhan
Rombongan itu pun kembali menuju sebuah mobil
Dan bersiap untuk menjalankan aktifitas seperti biasa ya,
Tetapi berbeda dengan seorang wanita yang tadi bergenggaman tangan di pelabuhan tersebut,
Sepertinya masih ada sesuatu yang di sembunyikan dibalik senyuman dan lambaian tangan nya tadi
Yaa, mungkin Jarak itulah yang ada dipikiran nya sekarang,
Entah apa yang akan dilakukan selanjutnya dalam hubungan mereka,
Hanya mereka yang tau.

Yang jelas,
Terdapat dua pilihan yang akan mereka pilih nanti nya,
Berpisah dengan pasangan masing-masing
Atau Berpisah untuk bersatu dijalan yang halal
Apapun pilihan yang mereka pilih,
Semoga Allah meridhoi pilihan mereka

Kamis, 23 Juni 2016

Menggapai Impian Di Jalan Lain



"Karena untuk meraih sebuh mimpi tak hanya dari satu jalan"

Sumber Gambar: Meraih Mimpi

Semakin tinggi pendidikan,
Semakin sulit untuk menjalankan nya.
Melalui test yang begitu ketat, terlihat tingkat kesulitan dalam pendidikan yang lebih tinggi.
Seperti yang aku rasakan ketika aku menyelesaikan Sekolah Menengah Atas, dan harus melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Tidak mudah untuk masuk Universitas ternama,
Sehingga butuh usaha yang begitu besar untuk mewujudkan impian di Universitas itu.
Sampai akhirnya kenyataan yang buruk tiba,
Bukan jalanku untuk menggapai impianku di Universitas yang ku inginkan.

Tapi itu tidak membuatku patah semangat untuk meraih mimpi yang ku punya,
Aku berusaha lebih keras lagi, dan tidak lupa untuk tetap berdoa.
Hingga aku mendapatkan informasi tentang salah satu Universitas yang pamor nya tak kalah dengan kampus lain, ternyata masih menerima pendaftaran,
Dengan usaha, tekad, semangat dan doa menjadi modal utamaku untuk mengikuti test yang ada.

Ya, sesuai dengan kata pepatah
“Usaha tidak menghianati hasil”
Kali ini aku berhasil dalam menggapai impian ku,
Universitas yang menerimaku bukanlah Universitas Negeri,
Tetapi Universitas ini juga tidak kalah hebat nya dengan Universitas Negeri.
Terbukti jelas Alumni yang dihasilkan dari sini banyak orang-orang yang lebih hebat.
Beberapa tokoh yang membuat Sekolah Tinggi ini bukanlah orang yang biasa,
Tetapi mereka adalah tokoh-tokoh yang bersejarah untuk Negara Indonesia ini.
Universitas ini bernama Universitas Islam Indonesia (UII),
Yang terletak di Daerah Istimewa Jogjakarta,
Kota Istimewa di Indonesia selain kota Aceh,
Banyak orang perantau yang memilih melanjutkan Pendidikan nya di kota ini,
Tak heran orang-orang pun menyebutkan ini adalah kota pelajar.

Tidak hanya Universitas yang dapat dibanggakan,
Fakultas yang terbagi di UII ini juga mempunyai hal yang dapat di kedepankan,
Salah satu nya fakultas yang mempunyai program jurusan yang ku minati,
Fakultas Teknologi Industri namanya, atau yang biasa di singkat FTI UII.

FTI UII ini ternyata salah satu fakultas yang mempunyai mahasiswa terbanyak,
Terbukti lagi ketika aku mendapatkan teman lebih banyak dengan cara ke aktifan dalam akademik maupun non akademik yang aku lakukan,
Tidak hanya belajar dalam ilmu eksak ataupun ilmu social,
Penanaman akhlak mulia yang diajarkan FTI UII kepada para mahasiswa nya,
Membuat para mahasiswa terbiasa disiplin dalam urusan pendidikan maupun keagamaan,
Dan banyak hal lagi yang aku dapatkan ketika aku resmi menjadi Mahasiswa di FTI UII ini.

Dari proses perjalanan yang belum terlalu lama aku jalani,
Sudah terasa dampak positif yang aku rasakan,
Dan ternyata Perguruan Tinggi Swasta juga bisa menjadi jalan untuk meraih mimpi,
Tidak perlu takut untuk menjadi Mahasiswa di Universitas Swasta,
Karena memilih Universitas Swasta tidak seburuk yang orang-orang awam fikirkan,

Jika kamu mempunyai tekad yang kuat,
Terhadap impian yang kamu punya.
Ingatlah,
Apapun yang kamu jalani sekarang,
Bukan menjadi halangan untukmu menggapainya.

Senin, 06 Juni 2016

Pangeran terhebat yang pertama kali ku temui

"Seberapapun usia yang ku miliki, Aku tetap putri kecilmu" 

Sumber Gambar: Ayah dan Anak

Hai papa,
Sama seperti mama, papa adalah malaikat yang dikirimkan Allah untuk ku.
Hingga lupa ku tanyakan kabarmu pada tulisan ini,
Ya sebelum ku tanyakan aku harap papa baik-baik saja yang sedang mencari nafkah berada jauh dari ratu dan putri-putri papa,
Artikel ini adalah artikel pertama yang ku tuliskan untukmu,
Mungkin papa akan sedikit terkejut saat tulisan ini ada di blog aku,


Melalui artikel ini aku ingin mengutarakan sesuatu yang tak bisa aku ucapkan dengan kata-kata,
Sebab selama ini papa tidak mempunyai banyak waktu menemaniku sama seperti mama,
Ya itu wajar,
Karena papa memiliki tugas untuk mencari nafkah yang dilakukan di luar rumah,


Papa tidak menyaksikan seberapa banyak kesalahan yang aku lakukan ketika dirumah,
Papa, teguran mama mengingatkan aku pada masa ketika aku mulai sekolah,
Papa memang tidak pernah menemaniku ke sekolah,
Tetapi papa yang membelikan dan mempersiapkan semua perlengkapan sekolahku,
Aku teringat bagaimana papa membuat sampul dibuku tulis ku dan menuliskan 3 huruf “ABC”, untuk buku bahasa Indonesiaku
Dan 3 angka “123” pada buku tulis yang akan digunakan untuk buku Matematika,
Aku juga ingat ketika papa mengajarkan ku membaca jam dan perkalian,
Dengan tegas papa mengajarkan ku, tapi aku tau itu papa lakukan untuk keberhasilanku.


Pa, teguran mama juga mengingatkan ku,
Akan kejadian suatu siang,
Ketika aku sedang mengendarai sepeda motor dalam perjalanan pulang dari urusan kuliah,
Terlihat jelas seorang pria tua, mengayuh sepeda dengan keadaan jalan menanjak,
Dibawah panas teriknya matahari saat itu,
Aku teringat papa, tersadar betapa besar nya perjuangan papa untuk membiayai semua kebutuhan ku, terutama uang pendidikan yang sekarang begitu besar nilai nya,
Papa rela berpeluh, berkeringat, dan berdiri dibawah siraman terik matahari
Untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh atasan papa,
Tak perduli seberapa panas nya terik matahari itu,
Tak perduli seberapa resiko yang akan papa terima nanti,
Tak perduli bagaimana rasa capek nya mengerjakan itu,
Semua papa lakukan agar aku dapat menempuh pendidikan dengan tenang dan nyaman,
Seharusnya aku ingat agar selalu berterima kasih kepada papa.


Papa maafkan aku yang selalu menafikan segala kerja keras mu,
Aku harap semoga diriku tidak akan melakukan hal yang sama lagi.
Papa, mungkin aku adalah anak yang terlalu banyak permintaan,
Kini setelah aku meminta maaf pada mu,
Aku meminta papa mendoakan ku agar diriku bisa menjadi anak yang berbakti padamu,
Juga kepada mama,
Doakan diriku sehat dan panjang umur,
Agar aku bisa membahagiakan papa dan mama,


Aku ingin membalas jasa papa,
Meskipun ku tau tak bisa seutuhnya,
Mungkin hanya sebagian kecil,
Sebab hanya itu lah kemampuan yang aku miliki
Namun ku harap, sekecil apapun yang aku lakukan,
Papa bisa ikhlas menerima nya.


Papa adalah laki-laki pertama yang aku cintai,
Papa adalah pahlawan ku,
Dan lengan mu adalah tempat pertama dimana aku merasa nyaman dan terlindungi


Terimakasih karena telah membuang sifat terlemahku,
Adalah hal penting untuk aku bertumbuh menjadi seorang wanita,
Papa punya semua saran yang ku butuhkan,
Ataupun menghapus air mata dikala aku patah hati.
Terimakasih sudah bekerja keras untuk ku dan keluarga,
Papa telah memberi rasa aman, sehingga kini aku berusaha mandiri tanpa merepotkanmu lagi,
Diluar sana banyak pria yang menuntutku untuk menjadi yang sempurna,
Tetapi hanya papa yang menerima aku apa adanya,
Mendorongku untuk menjadi diriku sendiri.
Terimakasih untuk waktu yang papa luangkan untukku,
Aku tau papa pasti capek,
Tapi waktu yang papa berikan untuk ku membuat aku merasa menjadi segalanya.
Terimakasih untuk demahan-demahan kecil saat aku bersama teman laki-laki yang datang kerumah.
Meskipun kadang memalukan dan bikin tidak nyaman,
Aku tau seperti itulah caramu memastikan agar aku tidak salah langkah dalam memilih orang yang melindungiku dan menggantikan tugas mu,
Terimakasih karena Papa mengajarkanku bagaimana menghadapi kerasnya dunia tanpa menggunakan tangisan sebagai senjata meluluhkan lawan,
Terimakasih karena membentukku menjadi karakter yang kuat untuk menghargai dan menghormati diri sendiri,
Ah, rasa nya terlalu banyak tulisan jika aku mengatakan seluruh ucapan terimakasih ku disini.


Papa adalah manusia biasa,
Tapi bagiku papa adalah ayah paling sempurna yang mengajarkan ku pelajaran hidup berarti,
Tak perduli siapapun yang akan mendampingiku kelak,
Aku akan selalu mecintaimu
Tak perduli seberapapun usiaku nanti,
Aku akan tetap menjadi putri kecilmu