Rabu, 29 Juni 2016

Membuat jarak demi tugas Negara

"orang-orang biasanya menyebutkan ini Long Distance Relationship"

Sumber Gambar: LDR




Jarak
Satu kata yang paling ditakutkan dalam menjalankan sebuah hubungan,
Bukan karena jarak itu kejam,
Tetapi karena dari individu yang mungkin tidak siap harus menjalankan hal yang tak di inginkan,
Banyak orang yang tidak sanggup dalam menghadapi jarak tersebut,
Tak heran sebuah hubungan akan berakhir karena ketidaksiapan seseorang,
Bukan berarti tidak ada yang berhasil dalam menjalankan nya,
Banyak juga yang dapat membuktikan bahwa cinta mereka lebih besar dibandingkan ketakutan mereka.

Paragraf tersebut terinspirasi dari sepasang kekasih,
Yang akan merasakan jarak,
Terlihat di ujung jalan setapak menuju ke sebuah kapal penyebrangan,
Seorang pria yang  membawa tas dan menjadi paling menonjol diantara beberapa orang diantara nya,
Sepertinya rantauan adalah hal yang harus dijalankan karena kewajiban tugas yang dilaksanakan untuk negara,
Terbukti dengan seragam yang ia kenakan saat itu.
Wanita yang ada digenggaman nya terlihat dari tatapan mata,
Yang mengartikan jika ia berat untuk melepaskan genggaman itu,
Atau bahkan ia ingin memilih untuk tidak ada di jalan seperti ini,
Tetapi apa boleh buat?
Tugas yang dilaksanakan pria ini nanti nya akan menyelamatkan orang-orang yang ia sayangi,
Terutama negara yang ia tempati saat ini,

Dengan berat hati pria itu meminta izin,
Bersalaman kepada semua orang yang turun dari sebuah mobil.
Bersamaan langit yang cerah, dan angin semilir membuat jilbab wanita itu menjadi sedikit berantakan.
Suara ombak yang terdengar jelas dan membuat kapal-kapal di pelabuhan itu bergoyang  seirama dengan ombak nya.
Mengantarkan mereka menuju sebuah kapal.
Senyum yang sedikit memaksa dikeluarkan oleh wanita yang ada digenggaman nya,
Ia percaya,
Niat pria ini adalah untuk bertugas,
Yang pria lakukan ialah pekerjaan mulia,
Sehingga, ia melepaskan genggaman itu walau ia tau
Itu adalah hal terberat yang dilakukan

“Tuuuuuutttttttt”
Suara penanda bahwa kapal akan segera diberangkatkan
Pria itu kini berdiri dipinggir kapal dengan mengangkat tangan kanan nya
Dan melambai kearah rombongan orang di tepi jalan yang membatasi daratan dan lautan
Tanpa berfikir panjang,
Rombongan itu juga membalas lambaian tangan nya,
Hal itu juga dilakukan orang-orang yang berada di kapal maupun di tepi jalan tersebut.

Terlihat semakin jauh kapal meninggalkan pelabuhan
Rombongan itu pun kembali menuju sebuah mobil
Dan bersiap untuk menjalankan aktifitas seperti biasa ya,
Tetapi berbeda dengan seorang wanita yang tadi bergenggaman tangan di pelabuhan tersebut,
Sepertinya masih ada sesuatu yang di sembunyikan dibalik senyuman dan lambaian tangan nya tadi
Yaa, mungkin Jarak itulah yang ada dipikiran nya sekarang,
Entah apa yang akan dilakukan selanjutnya dalam hubungan mereka,
Hanya mereka yang tau.

Yang jelas,
Terdapat dua pilihan yang akan mereka pilih nanti nya,
Berpisah dengan pasangan masing-masing
Atau Berpisah untuk bersatu dijalan yang halal
Apapun pilihan yang mereka pilih,
Semoga Allah meridhoi pilihan mereka

Kamis, 23 Juni 2016

Menggapai Impian Di Jalan Lain



"Karena untuk meraih sebuh mimpi tak hanya dari satu jalan"

Sumber Gambar: Meraih Mimpi

Semakin tinggi pendidikan,
Semakin sulit untuk menjalankan nya.
Melalui test yang begitu ketat, terlihat tingkat kesulitan dalam pendidikan yang lebih tinggi.
Seperti yang aku rasakan ketika aku menyelesaikan Sekolah Menengah Atas, dan harus melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Tidak mudah untuk masuk Universitas ternama,
Sehingga butuh usaha yang begitu besar untuk mewujudkan impian di Universitas itu.
Sampai akhirnya kenyataan yang buruk tiba,
Bukan jalanku untuk menggapai impianku di Universitas yang ku inginkan.

Tapi itu tidak membuatku patah semangat untuk meraih mimpi yang ku punya,
Aku berusaha lebih keras lagi, dan tidak lupa untuk tetap berdoa.
Hingga aku mendapatkan informasi tentang salah satu Universitas yang pamor nya tak kalah dengan kampus lain, ternyata masih menerima pendaftaran,
Dengan usaha, tekad, semangat dan doa menjadi modal utamaku untuk mengikuti test yang ada.

Ya, sesuai dengan kata pepatah
“Usaha tidak menghianati hasil”
Kali ini aku berhasil dalam menggapai impian ku,
Universitas yang menerimaku bukanlah Universitas Negeri,
Tetapi Universitas ini juga tidak kalah hebat nya dengan Universitas Negeri.
Terbukti jelas Alumni yang dihasilkan dari sini banyak orang-orang yang lebih hebat.
Beberapa tokoh yang membuat Sekolah Tinggi ini bukanlah orang yang biasa,
Tetapi mereka adalah tokoh-tokoh yang bersejarah untuk Negara Indonesia ini.
Universitas ini bernama Universitas Islam Indonesia (UII),
Yang terletak di Daerah Istimewa Jogjakarta,
Kota Istimewa di Indonesia selain kota Aceh,
Banyak orang perantau yang memilih melanjutkan Pendidikan nya di kota ini,
Tak heran orang-orang pun menyebutkan ini adalah kota pelajar.

Tidak hanya Universitas yang dapat dibanggakan,
Fakultas yang terbagi di UII ini juga mempunyai hal yang dapat di kedepankan,
Salah satu nya fakultas yang mempunyai program jurusan yang ku minati,
Fakultas Teknologi Industri namanya, atau yang biasa di singkat FTI UII.

FTI UII ini ternyata salah satu fakultas yang mempunyai mahasiswa terbanyak,
Terbukti lagi ketika aku mendapatkan teman lebih banyak dengan cara ke aktifan dalam akademik maupun non akademik yang aku lakukan,
Tidak hanya belajar dalam ilmu eksak ataupun ilmu social,
Penanaman akhlak mulia yang diajarkan FTI UII kepada para mahasiswa nya,
Membuat para mahasiswa terbiasa disiplin dalam urusan pendidikan maupun keagamaan,
Dan banyak hal lagi yang aku dapatkan ketika aku resmi menjadi Mahasiswa di FTI UII ini.

Dari proses perjalanan yang belum terlalu lama aku jalani,
Sudah terasa dampak positif yang aku rasakan,
Dan ternyata Perguruan Tinggi Swasta juga bisa menjadi jalan untuk meraih mimpi,
Tidak perlu takut untuk menjadi Mahasiswa di Universitas Swasta,
Karena memilih Universitas Swasta tidak seburuk yang orang-orang awam fikirkan,

Jika kamu mempunyai tekad yang kuat,
Terhadap impian yang kamu punya.
Ingatlah,
Apapun yang kamu jalani sekarang,
Bukan menjadi halangan untukmu menggapainya.

Senin, 06 Juni 2016

Pangeran terhebat yang pertama kali ku temui

"Seberapapun usia yang ku miliki, Aku tetap putri kecilmu" 

Sumber Gambar: Ayah dan Anak

Hai papa,
Sama seperti mama, papa adalah malaikat yang dikirimkan Allah untuk ku.
Hingga lupa ku tanyakan kabarmu pada tulisan ini,
Ya sebelum ku tanyakan aku harap papa baik-baik saja yang sedang mencari nafkah berada jauh dari ratu dan putri-putri papa,
Artikel ini adalah artikel pertama yang ku tuliskan untukmu,
Mungkin papa akan sedikit terkejut saat tulisan ini ada di blog aku,


Melalui artikel ini aku ingin mengutarakan sesuatu yang tak bisa aku ucapkan dengan kata-kata,
Sebab selama ini papa tidak mempunyai banyak waktu menemaniku sama seperti mama,
Ya itu wajar,
Karena papa memiliki tugas untuk mencari nafkah yang dilakukan di luar rumah,


Papa tidak menyaksikan seberapa banyak kesalahan yang aku lakukan ketika dirumah,
Papa, teguran mama mengingatkan aku pada masa ketika aku mulai sekolah,
Papa memang tidak pernah menemaniku ke sekolah,
Tetapi papa yang membelikan dan mempersiapkan semua perlengkapan sekolahku,
Aku teringat bagaimana papa membuat sampul dibuku tulis ku dan menuliskan 3 huruf “ABC”, untuk buku bahasa Indonesiaku
Dan 3 angka “123” pada buku tulis yang akan digunakan untuk buku Matematika,
Aku juga ingat ketika papa mengajarkan ku membaca jam dan perkalian,
Dengan tegas papa mengajarkan ku, tapi aku tau itu papa lakukan untuk keberhasilanku.


Pa, teguran mama juga mengingatkan ku,
Akan kejadian suatu siang,
Ketika aku sedang mengendarai sepeda motor dalam perjalanan pulang dari urusan kuliah,
Terlihat jelas seorang pria tua, mengayuh sepeda dengan keadaan jalan menanjak,
Dibawah panas teriknya matahari saat itu,
Aku teringat papa, tersadar betapa besar nya perjuangan papa untuk membiayai semua kebutuhan ku, terutama uang pendidikan yang sekarang begitu besar nilai nya,
Papa rela berpeluh, berkeringat, dan berdiri dibawah siraman terik matahari
Untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh atasan papa,
Tak perduli seberapa panas nya terik matahari itu,
Tak perduli seberapa resiko yang akan papa terima nanti,
Tak perduli bagaimana rasa capek nya mengerjakan itu,
Semua papa lakukan agar aku dapat menempuh pendidikan dengan tenang dan nyaman,
Seharusnya aku ingat agar selalu berterima kasih kepada papa.


Papa maafkan aku yang selalu menafikan segala kerja keras mu,
Aku harap semoga diriku tidak akan melakukan hal yang sama lagi.
Papa, mungkin aku adalah anak yang terlalu banyak permintaan,
Kini setelah aku meminta maaf pada mu,
Aku meminta papa mendoakan ku agar diriku bisa menjadi anak yang berbakti padamu,
Juga kepada mama,
Doakan diriku sehat dan panjang umur,
Agar aku bisa membahagiakan papa dan mama,


Aku ingin membalas jasa papa,
Meskipun ku tau tak bisa seutuhnya,
Mungkin hanya sebagian kecil,
Sebab hanya itu lah kemampuan yang aku miliki
Namun ku harap, sekecil apapun yang aku lakukan,
Papa bisa ikhlas menerima nya.


Papa adalah laki-laki pertama yang aku cintai,
Papa adalah pahlawan ku,
Dan lengan mu adalah tempat pertama dimana aku merasa nyaman dan terlindungi


Terimakasih karena telah membuang sifat terlemahku,
Adalah hal penting untuk aku bertumbuh menjadi seorang wanita,
Papa punya semua saran yang ku butuhkan,
Ataupun menghapus air mata dikala aku patah hati.
Terimakasih sudah bekerja keras untuk ku dan keluarga,
Papa telah memberi rasa aman, sehingga kini aku berusaha mandiri tanpa merepotkanmu lagi,
Diluar sana banyak pria yang menuntutku untuk menjadi yang sempurna,
Tetapi hanya papa yang menerima aku apa adanya,
Mendorongku untuk menjadi diriku sendiri.
Terimakasih untuk waktu yang papa luangkan untukku,
Aku tau papa pasti capek,
Tapi waktu yang papa berikan untuk ku membuat aku merasa menjadi segalanya.
Terimakasih untuk demahan-demahan kecil saat aku bersama teman laki-laki yang datang kerumah.
Meskipun kadang memalukan dan bikin tidak nyaman,
Aku tau seperti itulah caramu memastikan agar aku tidak salah langkah dalam memilih orang yang melindungiku dan menggantikan tugas mu,
Terimakasih karena Papa mengajarkanku bagaimana menghadapi kerasnya dunia tanpa menggunakan tangisan sebagai senjata meluluhkan lawan,
Terimakasih karena membentukku menjadi karakter yang kuat untuk menghargai dan menghormati diri sendiri,
Ah, rasa nya terlalu banyak tulisan jika aku mengatakan seluruh ucapan terimakasih ku disini.


Papa adalah manusia biasa,
Tapi bagiku papa adalah ayah paling sempurna yang mengajarkan ku pelajaran hidup berarti,
Tak perduli siapapun yang akan mendampingiku kelak,
Aku akan selalu mecintaimu
Tak perduli seberapapun usiaku nanti,
Aku akan tetap menjadi putri kecilmu

Minggu, 29 Mei 2016

Wanita Terhebat Yang Dikirim Tuhan

"sepucuk surat untuk seorang wanita yang ku sebut MAMA"


Sumber Gambar: Ibu-anak


Hai Mama, apa kabar?

Sedikit terasa ganjil saat aku lontarkan pertanyaan tersebut,

Kita satu rumah, tapi rasanya tak pernah ku tanya kabarmu.

Makanan yang kau sediakan di meja, tak lantas membuatku perduli denganmu.

Anak macam apa aku ini?

Maafkan aku ma :(




Kita tak banyak bicara, dan aku pun jarang meluangkan waktu untuk dirumah.

Aku lebih sering menghabiskan waktu ku diluar atau bahkan bermain.

Saat kita bertemu dan membuka mulut pun,

Hanya adu argumen yang ada.

Rasanya sulit untuk aku menahan sedikit emosi yang aku punya,

Perdebatan pun selesai ketika Aku mengulangi kata “maaf” ku yang berulang kali

Dan mama hanya tersenyum lalu mengatakan “tidak apa-apa”




Ohya, sedikit terbesit dalam pikiranku ketika aku belum ada di dunia ini,

Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu ma?

Apa saja hal ganjil yang aku lakukan saat berada dalam perutmu?

Seperti apakah bentukku ketika keluar dari rahimmu?

Satu lagi, Bagaimana perasaanmu ketika kau tau rasa sakitmu tak hanya derita saat melahirkan saja?

Tak bisa aku bayangkan bagaimana rasa sakit nya ma 

Dari situ aku bisa mengerti, betapa sabar nya dirimu selama ini.




Tapi harus aku akui juga,

Terkadang sikap ke-khawatiran yang mama punya itu sedikit membuatku heran

Mama sibuk menelponku, ketika aku belum pulang lebih dari jam 10 malam

Padahal aku sudah bilang berkali-kali bahwa aku aman,

Aku tau mama takut terjadi apa-apa denganku di jalan,

Tapi tenanglah ma, aku bisa menjaga diri.

Bukan kah mama yang mengajarkan ku untuk berani?

Ya aku tau, untuk mempercayai itu tidak mudah.

Tapi aku sudah besar yang membutuhkan sedikit kepercayaan yang mama punya




Ma, boleh kah aku bertanya lagi tentang pribadimu?

Cita-cita apakah yang mama impikan ketika seusiaku dan adek?

Dokter? Atau cita-cita yang berhubungan dengan seni, misalnya photografi atau penulis buku seperti layaknya wanita yang mencurahkan inspirasi nya di tulisan?

Maaf ma, mungkin karna aku mama harus berhenti menggapai impian muda mama.

Mama harus merawatku, membesarkanku dengan penuh kasih sayang.

Mama harus bekerja 2x lebih keras daripada biasa nya.

Pagi-pagi sekali mama harus bangun menyiapkan sarapan kami,

Lalu mama berbelanja agar ada persediaan makanan di rumah,




Ma, wajah mu mulai menua,

Terlihat ada keriput disana,

Aku sadar kini tenaga mu tak sekuat dulu.

Penyakit mulai mengerogoti tubuhmu,

Bahkan aku harus menahan sedih yang mendalam,

Ketika aku harus melihatmu menahan sakit dan terbaring di atas tempat tidur.

Tapi mama masih bisa tersenyum dan menanyakan apakah aku dan adek sudah makan?

Maaa, tenanglah! Aku dan adek sudah makan.




Kini izinkan aku untuk mengatakan sesuatu yang belum pernah aku sampaikan,

Aku tidak tau kapan kita harus berpisah,

Akan ada saatnya aku mengantarkan mu ke tempat terakhirmu,

Atau mungkin saja mama yang mengantarkan aku ke tempat terakhirku,

Kapan pun itu, hanya Allah yang tau

Aku tidak bisa membayangkan nya, bahkan untuk mengatakan nya saja sesungguhnya aku tidak sanggup.




Mamaaaaa,

Terimakasih sudah memutuskan untuk memilikiku,

Terimakasih sudah memperkenalkanku pada dunia ini,

Terimakasih sudah mengajarkan ku bagaimana cara berjuang,

Terimakasih untuk semua yang mama lakukan,

Tak dapat aku ucapkan satu persatu ucapan terimakasih untukmu.




Maafkan anak mu yang selalu bertindak semrawut,

Maafkan anak mu yang selalu berbeda pendapat denganmu,

Maafkan segala kesalahan yang diperbuat oleh anak-anak mu ya ma.




Ma, sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku sampaikan,

Tapi aku terlalu malu untuk mengatakan nya langsung

Aku tidak ingin melihatmu menangis,

Bahkan membiarkan mu meneteskan air mata ketika membaca ini,




Kini aku memilih untuk melanjutkan pendidikan ku jauh dari mu,

Sungguh terasa sekali perbedaan dengan keadaan yang dimana ada mama disampingku,

Terimakasih sudah membiarkanku belajar banyak tentang hidup tanpa siapapun disampingku,

Dan jujur, ternyata aku yang sebesar ini masih butuh pondasi darimu,

Belum siap jika mama melepaskan seluruhnya tanpa ada siapapun disampingku.

Segalak apapun mama,

Secerewet apapun mama,

Mama akan tetap selalu menjadi wanita terhebat dan nomor satu untuk kami.

Panjang umur ya maa,

Mama harus melihat buah kesuksesan yang telah aku dapatkan dari dukungan dan dorongan dari mama,

Aku tidak bisa memilih siapapun yang akan menjadi ibuku,

Begtu juga pada mama, yang tak bisa memilih siapa yang akan keluar dari rahimmu.

Allah telah mempertemukan kita.

Aku bersyukur bisa mendapatkan ibu seperti mama 

Tersenyumlah ma,

Love you