"sepucuk surat untuk seorang wanita yang ku sebut MAMA"
![]() |
| Sumber Gambar: Ibu-anak |
Hai Mama, apa kabar?
Sedikit terasa ganjil saat aku lontarkan pertanyaan
tersebut,
Kita satu rumah, tapi rasanya tak pernah ku tanya
kabarmu.
Makanan yang kau sediakan di meja, tak lantas membuatku
perduli denganmu.
Anak macam apa aku ini?
Maafkan aku ma :(
Kita tak banyak bicara, dan aku pun jarang meluangkan
waktu untuk dirumah.
Aku lebih sering menghabiskan waktu ku diluar atau bahkan
bermain.
Saat kita bertemu dan membuka mulut pun,
Hanya adu argumen yang ada.
Rasanya sulit untuk aku menahan sedikit emosi yang aku
punya,
Perdebatan pun selesai ketika Aku mengulangi kata “maaf”
ku yang berulang kali
Dan mama hanya tersenyum lalu mengatakan “tidak apa-apa”
Ohya, sedikit terbesit dalam pikiranku ketika aku belum
ada di dunia ini,
Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu ma?
Apa saja hal ganjil yang aku lakukan saat berada dalam
perutmu?
Seperti apakah bentukku ketika keluar dari rahimmu?
Satu lagi, Bagaimana perasaanmu ketika kau tau rasa
sakitmu tak hanya derita saat melahirkan saja?
Tak bisa aku bayangkan bagaimana rasa sakit nya ma
Dari situ aku bisa mengerti, betapa sabar nya dirimu
selama ini.
Tapi harus aku akui juga,
Terkadang sikap ke-khawatiran yang mama punya itu sedikit
membuatku heran
Mama sibuk menelponku, ketika aku belum pulang lebih dari
jam 10 malam
Padahal aku sudah bilang berkali-kali bahwa aku aman,
Aku tau mama takut terjadi apa-apa denganku di jalan,
Tapi tenanglah ma, aku bisa menjaga diri.
Bukan kah mama yang mengajarkan ku untuk berani?
Ya aku tau, untuk mempercayai itu tidak mudah.
Tapi aku sudah besar yang membutuhkan sedikit kepercayaan
yang mama punya
Ma, boleh kah aku bertanya lagi tentang pribadimu?
Cita-cita apakah yang mama impikan ketika seusiaku dan
adek?
Dokter? Atau cita-cita yang berhubungan dengan seni,
misalnya photografi atau penulis buku seperti layaknya wanita yang mencurahkan
inspirasi nya di tulisan?
Maaf ma, mungkin karna aku mama harus berhenti menggapai
impian muda mama.
Mama harus merawatku, membesarkanku dengan penuh kasih
sayang.
Mama harus bekerja 2x lebih keras daripada biasa nya.
Pagi-pagi sekali mama harus bangun menyiapkan sarapan
kami,
Lalu mama berbelanja agar ada persediaan makanan di
rumah,
Ma, wajah mu mulai menua,
Terlihat ada keriput disana,
Aku sadar kini tenaga mu tak sekuat dulu.
Penyakit mulai mengerogoti tubuhmu,
Bahkan aku harus menahan sedih yang mendalam,
Ketika aku harus melihatmu menahan sakit dan terbaring di
atas tempat tidur.
Tapi mama masih bisa tersenyum dan menanyakan apakah aku
dan adek sudah makan?
Maaa, tenanglah! Aku dan adek sudah makan.
Kini izinkan aku untuk mengatakan sesuatu yang belum
pernah aku sampaikan,
Aku tidak tau kapan kita harus berpisah,
Akan ada saatnya aku mengantarkan mu ke tempat terakhirmu,
Atau mungkin saja mama yang mengantarkan aku ke tempat
terakhirku,
Kapan pun itu, hanya Allah yang tau
Aku tidak bisa membayangkan nya, bahkan untuk mengatakan
nya saja sesungguhnya aku tidak sanggup.
Mamaaaaa,
Terimakasih sudah memutuskan untuk memilikiku,
Terimakasih sudah memperkenalkanku pada dunia ini,
Terimakasih sudah mengajarkan ku bagaimana cara berjuang,
Terimakasih untuk semua yang mama lakukan,
Tak dapat aku ucapkan satu persatu ucapan terimakasih
untukmu.
Maafkan anak mu yang selalu bertindak semrawut,
Maafkan anak mu yang selalu berbeda pendapat denganmu,
Maafkan segala kesalahan yang diperbuat oleh anak-anak mu
ya ma.
Ma, sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku sampaikan,
Tapi aku terlalu malu untuk mengatakan nya langsung
Aku tidak ingin melihatmu menangis,
Bahkan membiarkan mu meneteskan air mata ketika membaca
ini,
Kini aku memilih untuk melanjutkan pendidikan ku jauh
dari mu,
Sungguh terasa sekali perbedaan dengan keadaan yang
dimana ada mama disampingku,
Terimakasih sudah membiarkanku belajar banyak tentang
hidup tanpa siapapun disampingku,
Dan jujur, ternyata aku yang sebesar ini masih butuh
pondasi darimu,
Belum siap jika mama melepaskan seluruhnya tanpa ada
siapapun disampingku.
Segalak apapun mama,
Secerewet apapun mama,
Mama akan tetap selalu menjadi wanita terhebat dan nomor
satu untuk kami.
Panjang umur ya maa,
Mama harus melihat buah kesuksesan yang telah aku
dapatkan dari dukungan dan dorongan dari mama,
Aku tidak bisa memilih siapapun yang akan menjadi ibuku,
Begtu juga pada mama, yang tak bisa memilih siapa yang
akan keluar dari rahimmu.
Allah telah mempertemukan kita.
Aku bersyukur bisa mendapatkan ibu seperti mama
Tersenyumlah ma,
Love you




