"Seberapapun usia yang ku miliki, Aku tetap putri kecilmu"
![]() |
| Sumber Gambar: Ayah dan Anak |
Hai papa,
Sama seperti mama, papa adalah malaikat yang dikirimkan
Allah untuk ku.
Hingga lupa ku tanyakan kabarmu pada tulisan ini,
Ya sebelum ku tanyakan aku harap papa baik-baik saja yang sedang
mencari nafkah berada jauh dari ratu dan putri-putri papa,
Artikel ini adalah artikel pertama yang ku tuliskan
untukmu,
Mungkin papa akan sedikit terkejut saat tulisan ini ada di blog aku,
Melalui artikel ini aku ingin mengutarakan sesuatu yang
tak bisa aku ucapkan dengan kata-kata,
Sebab selama ini papa tidak mempunyai banyak waktu
menemaniku sama seperti mama,
Ya itu wajar,
Karena papa memiliki tugas untuk mencari nafkah yang
dilakukan di luar rumah,
Papa tidak menyaksikan seberapa banyak kesalahan yang aku
lakukan ketika dirumah,
Papa, teguran mama mengingatkan aku pada masa ketika aku
mulai sekolah,
Papa memang tidak pernah menemaniku ke sekolah,
Tetapi papa yang membelikan dan mempersiapkan semua
perlengkapan sekolahku,
Aku teringat bagaimana papa membuat sampul dibuku tulis
ku dan menuliskan 3 huruf “ABC”, untuk buku bahasa Indonesiaku
Dan 3 angka “123” pada buku tulis yang akan digunakan untuk
buku Matematika,
Aku juga ingat ketika papa mengajarkan ku membaca jam dan
perkalian,
Dengan tegas papa mengajarkan ku, tapi aku tau itu papa
lakukan untuk keberhasilanku.
Pa, teguran mama juga mengingatkan ku,
Akan kejadian suatu siang,
Ketika aku sedang mengendarai sepeda motor dalam
perjalanan pulang dari urusan kuliah,
Terlihat jelas seorang pria tua, mengayuh sepeda dengan
keadaan jalan menanjak,
Dibawah panas teriknya matahari saat itu,
Aku teringat papa, tersadar betapa besar nya perjuangan
papa untuk membiayai semua kebutuhan ku, terutama uang pendidikan yang sekarang
begitu besar nilai nya,
Papa rela berpeluh, berkeringat, dan berdiri dibawah
siraman terik matahari
Untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh atasan papa,
Tak perduli seberapa panas nya terik matahari itu,
Tak perduli seberapa
resiko yang akan papa terima nanti,
Tak perduli bagaimana rasa capek nya mengerjakan itu,
Semua papa lakukan agar aku dapat menempuh pendidikan dengan
tenang dan nyaman,
Seharusnya aku ingat agar selalu berterima kasih kepada
papa.
Papa maafkan aku yang selalu menafikan segala kerja keras
mu,
Aku harap semoga diriku tidak akan melakukan hal yang
sama lagi.
Papa, mungkin aku adalah anak yang terlalu banyak
permintaan,
Kini setelah aku meminta maaf pada mu,
Aku meminta papa mendoakan ku agar diriku bisa menjadi
anak yang berbakti padamu,
Juga kepada mama,
Doakan diriku sehat dan panjang umur,
Agar aku bisa membahagiakan papa dan mama,
Aku ingin membalas jasa papa,
Meskipun ku tau tak bisa seutuhnya,
Mungkin hanya sebagian kecil,
Sebab hanya itu lah kemampuan yang aku miliki
Namun ku harap, sekecil apapun yang aku lakukan,
Papa bisa ikhlas menerima nya.
Papa adalah laki-laki pertama yang aku cintai,
Papa adalah pahlawan ku,
Dan lengan mu adalah tempat pertama dimana aku merasa
nyaman dan terlindungi
Terimakasih karena telah membuang sifat terlemahku,
Adalah hal penting untuk aku bertumbuh menjadi seorang
wanita,
Papa punya semua saran yang ku butuhkan,
Ataupun menghapus air mata dikala aku patah hati.
Terimakasih sudah bekerja keras untuk ku dan keluarga,
Papa telah memberi rasa aman, sehingga kini aku berusaha
mandiri tanpa merepotkanmu lagi,
Diluar sana banyak pria yang menuntutku untuk menjadi
yang sempurna,
Tetapi hanya papa yang menerima aku apa adanya,
Mendorongku untuk menjadi diriku sendiri.
Terimakasih untuk waktu yang papa luangkan untukku,
Aku tau papa pasti capek,
Tapi waktu yang papa berikan untuk ku membuat aku merasa
menjadi segalanya.
Terimakasih untuk demahan-demahan kecil saat aku bersama
teman laki-laki yang datang kerumah.
Meskipun kadang memalukan dan bikin tidak nyaman,
Aku tau seperti itulah caramu memastikan agar aku tidak
salah langkah dalam memilih orang yang melindungiku dan menggantikan tugas mu,
Terimakasih karena Papa mengajarkanku bagaimana
menghadapi kerasnya dunia tanpa menggunakan tangisan sebagai senjata meluluhkan
lawan,
Terimakasih karena membentukku menjadi karakter yang kuat
untuk menghargai dan menghormati diri sendiri,
Ah, rasa nya terlalu banyak tulisan jika aku mengatakan
seluruh ucapan terimakasih ku disini.
Papa adalah manusia biasa,
Tapi bagiku papa adalah ayah paling sempurna yang
mengajarkan ku pelajaran hidup berarti,
Tak perduli siapapun yang akan mendampingiku kelak,
Aku akan selalu mecintaimu
Tak perduli seberapapun usiaku nanti,
Aku akan tetap menjadi putri kecilmu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar