Senin, 06 Juni 2016

Pangeran terhebat yang pertama kali ku temui

"Seberapapun usia yang ku miliki, Aku tetap putri kecilmu" 

Sumber Gambar: Ayah dan Anak

Hai papa,
Sama seperti mama, papa adalah malaikat yang dikirimkan Allah untuk ku.
Hingga lupa ku tanyakan kabarmu pada tulisan ini,
Ya sebelum ku tanyakan aku harap papa baik-baik saja yang sedang mencari nafkah berada jauh dari ratu dan putri-putri papa,
Artikel ini adalah artikel pertama yang ku tuliskan untukmu,
Mungkin papa akan sedikit terkejut saat tulisan ini ada di blog aku,


Melalui artikel ini aku ingin mengutarakan sesuatu yang tak bisa aku ucapkan dengan kata-kata,
Sebab selama ini papa tidak mempunyai banyak waktu menemaniku sama seperti mama,
Ya itu wajar,
Karena papa memiliki tugas untuk mencari nafkah yang dilakukan di luar rumah,


Papa tidak menyaksikan seberapa banyak kesalahan yang aku lakukan ketika dirumah,
Papa, teguran mama mengingatkan aku pada masa ketika aku mulai sekolah,
Papa memang tidak pernah menemaniku ke sekolah,
Tetapi papa yang membelikan dan mempersiapkan semua perlengkapan sekolahku,
Aku teringat bagaimana papa membuat sampul dibuku tulis ku dan menuliskan 3 huruf “ABC”, untuk buku bahasa Indonesiaku
Dan 3 angka “123” pada buku tulis yang akan digunakan untuk buku Matematika,
Aku juga ingat ketika papa mengajarkan ku membaca jam dan perkalian,
Dengan tegas papa mengajarkan ku, tapi aku tau itu papa lakukan untuk keberhasilanku.


Pa, teguran mama juga mengingatkan ku,
Akan kejadian suatu siang,
Ketika aku sedang mengendarai sepeda motor dalam perjalanan pulang dari urusan kuliah,
Terlihat jelas seorang pria tua, mengayuh sepeda dengan keadaan jalan menanjak,
Dibawah panas teriknya matahari saat itu,
Aku teringat papa, tersadar betapa besar nya perjuangan papa untuk membiayai semua kebutuhan ku, terutama uang pendidikan yang sekarang begitu besar nilai nya,
Papa rela berpeluh, berkeringat, dan berdiri dibawah siraman terik matahari
Untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh atasan papa,
Tak perduli seberapa panas nya terik matahari itu,
Tak perduli seberapa resiko yang akan papa terima nanti,
Tak perduli bagaimana rasa capek nya mengerjakan itu,
Semua papa lakukan agar aku dapat menempuh pendidikan dengan tenang dan nyaman,
Seharusnya aku ingat agar selalu berterima kasih kepada papa.


Papa maafkan aku yang selalu menafikan segala kerja keras mu,
Aku harap semoga diriku tidak akan melakukan hal yang sama lagi.
Papa, mungkin aku adalah anak yang terlalu banyak permintaan,
Kini setelah aku meminta maaf pada mu,
Aku meminta papa mendoakan ku agar diriku bisa menjadi anak yang berbakti padamu,
Juga kepada mama,
Doakan diriku sehat dan panjang umur,
Agar aku bisa membahagiakan papa dan mama,


Aku ingin membalas jasa papa,
Meskipun ku tau tak bisa seutuhnya,
Mungkin hanya sebagian kecil,
Sebab hanya itu lah kemampuan yang aku miliki
Namun ku harap, sekecil apapun yang aku lakukan,
Papa bisa ikhlas menerima nya.


Papa adalah laki-laki pertama yang aku cintai,
Papa adalah pahlawan ku,
Dan lengan mu adalah tempat pertama dimana aku merasa nyaman dan terlindungi


Terimakasih karena telah membuang sifat terlemahku,
Adalah hal penting untuk aku bertumbuh menjadi seorang wanita,
Papa punya semua saran yang ku butuhkan,
Ataupun menghapus air mata dikala aku patah hati.
Terimakasih sudah bekerja keras untuk ku dan keluarga,
Papa telah memberi rasa aman, sehingga kini aku berusaha mandiri tanpa merepotkanmu lagi,
Diluar sana banyak pria yang menuntutku untuk menjadi yang sempurna,
Tetapi hanya papa yang menerima aku apa adanya,
Mendorongku untuk menjadi diriku sendiri.
Terimakasih untuk waktu yang papa luangkan untukku,
Aku tau papa pasti capek,
Tapi waktu yang papa berikan untuk ku membuat aku merasa menjadi segalanya.
Terimakasih untuk demahan-demahan kecil saat aku bersama teman laki-laki yang datang kerumah.
Meskipun kadang memalukan dan bikin tidak nyaman,
Aku tau seperti itulah caramu memastikan agar aku tidak salah langkah dalam memilih orang yang melindungiku dan menggantikan tugas mu,
Terimakasih karena Papa mengajarkanku bagaimana menghadapi kerasnya dunia tanpa menggunakan tangisan sebagai senjata meluluhkan lawan,
Terimakasih karena membentukku menjadi karakter yang kuat untuk menghargai dan menghormati diri sendiri,
Ah, rasa nya terlalu banyak tulisan jika aku mengatakan seluruh ucapan terimakasih ku disini.


Papa adalah manusia biasa,
Tapi bagiku papa adalah ayah paling sempurna yang mengajarkan ku pelajaran hidup berarti,
Tak perduli siapapun yang akan mendampingiku kelak,
Aku akan selalu mecintaimu
Tak perduli seberapapun usiaku nanti,
Aku akan tetap menjadi putri kecilmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar